Sejarah STF Driyarkara

Sejarah STF Driyarkara | Jeladers

Pakar filsafat Indonesia yang mempelopori perkembangan filsafat di kalangan perguruan tinggi di Indonesia adalah Prof. Dr. N. Drijarkara, S.J. Ia pernah mengusulkan kepada pimpinannya dalam Serikat Yesus (tarekat rohaniwan) bahwa perlu didirikan di Jakarta sebuah lembaga tempat pelajaran dan penelitian filsafat akademik. Usul ini didukung penuh oleh Prof. Dr. Slamet Imam Santosa, teman dekat beliau di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, yang menggarisbawahi pentingnya usul Romo Drijarkara itu diwujudkan.

Pada tanggal 2 Februari 1969 Sekolah Tinggi Filsafat Drijarkara (STFD) didirikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Driyarkara, yang diprakarsai oleh tiga lembaga, yaitu terekat Serikat Yesus, terekat Fransiskan, dan Keuskupan Agung Jakarta. Prof. Dr. N. Drijarkara,S.J. sendiri meninggal pada 11 Februari 1967 sebelum sempat melihat kuliah perdana STFD dalam keadaan serba sederhana di sebuah ruang tamu Susteran Ursulin di Jl. Gereja Theresia no.2, Jakarta.

Sejak tahun 1973 STFD menempati kampus sendiri di Jl. Percetakan Negara, dekat ‘Jembatan Serong’ Rawasari. Kesederhanaan masih tetap mendampinginya, meskipun kampus sudah diperluas sejak tahun 2000, baik lahan maupun gedungnya.

Namun di balik kesederhanaan itu STFD memiliki kualitas tersendiri yang unggul, yang dijiwai oleh semangat Prof. Drijarkara. Perguruan tinggi yang berbentuk Sekolah Tinggi ini telah berkembang menjadi lembaga akademik yang mempersiapkan manusia-manusia pemikir bagi Indonesia, dan yang di dalamnya dibangun komunitas atau masyarakat ‘terbuka’, yang inklusif lintas-‘SARA’. Dalam STFD terdapat mahasiswa dan dosen, serta berbagai kalangan yang berasal dari berbagai suku, ras, budaya, agama dan lain sebagainya, yang dalam persaudaraan berupaya mencapai visi dan misi STFD tersebut.

Semangat ini antara lain dituangkan dalam Visi STFD yang mencitrakan diri sebagai komunitas akademik yang bersatu dalam cita-cita untuk menjadi (1) Sumber pemikiran yang bertanggungjawab; berorientasi pada harkat kemanusiaan universal, cita-cita bangsa Indonesia dan keagamaan yang terbuka; (2) Tempat persiapan kader-kader bangsa yang berkarakter, memiliki integritas intelektual, berwawasan kemanusiaan universal, dan terlibat pada pembangunan bangsa yang demokratis serta peka terhadap keadilan; (3) Tempat pembinaan kader-kader Gereja yang terbuka dan terlibat secara Katolik.

STFD menyelenggarakan pendidikan tingkat Sarjana (S1) untuk program studi Filsafat dan program studi Teologi, pendidikan tingkat Pascasarjana (Magister atau S2) ilmu Filsafat, program Doktor (S3), serta menyelenggarakan program Extension Course baik untuk Filsafat maupun untuk Teologi. Pada 27 Desember 2005 Program Magister telah dikukuhkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dengan predikat ‘A’. Sedangkan program Sarjana (S1) STFD, baik untuk program studi ilmu filsafat maupun program studi ilmu teologi, sudah terakreditasi peringkat ‘A’ pada 19 September 2003.

Penyelenggaraan pendidikan STFD didukung oleh para dosen yang berkualitas diantaranya Prof. Dr. Franz Magnis Suseno, Prof. Dr. Martin Harun, Prof. Dr. Alex Lanur, dan Prof. Dr. Louis Leahy, Prof. Dr. M. Sastrapratedja, Prof. Dr. BS Mardiatmadja, dan Prof. Dr. Mudji Sutrisno. Di samping itu masih terdapat dosen-dosen yang bergelar Doktor dan gelar akademik lainnya, yang mendalami berbagai ilmu dalam bidang Filsafat dan/atau Teologi.

Dewasa ini STFD mempunyai struktur organisasi dengan pimpinan sebagai berikut :

Ketua

: Dr. A. Eddy Kristiyanto

Pembantu Ketua I (Bid. Akademik)

: Dr. J. B. Hari Kustanto

Pembantu Ketua II (Bid. Administrasi Umum)

: Drs. Th. S. Sarjumunarsa, MPS

Pembantu Ketua III (Bid. Kemahasiswaan)

: Dr. Simon P. Lili Tjahjadi

Sekretaris Senat

: Dr. A. Sunarko

Direktur Prog. Pasca Sarjana dan Prog. Doktor

: Prof. Dr. M. Sastrapratedja

Sekretaris Prog. Pasca

: Dr. Karlina Supelli

Ketua Prog. Magister Ilmu Filsafat

: Dr. B. Herry-Priyono

Ketua Prodi Ilmu Filsafat

: Dr. Al. Andang Listya Binawan

Ketua Prodi Ilmu Teologi

: Dr. I. L. Madya Utama

Nama-nama Ketua STF (1969 – kini):

  1. Dr. Leo Soekata (1969 – 1972)
  2. Drs. A. Soemandar (1972 – 1974)
  3. Drs. F. Danuwinata, Lic.Th (1974 – 1978)
  4. Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno (1978 – 1984)
  5. Prof. Dr. M. Sastrapratedja (1984 – 1988)
  6. Prof. Dr. Alex Lanur (1988 – 1990)
  7. Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno (1990 – 1998)
  8. Prof. Dr. J. Sudarminta (1998 – 2007)

Sumber: www.driyarkara.ac.id

Advertisement

3 Responses to “Sejarah STF Driyarkara”

  1. [...] akan diadakan berbagai pelatihan survival serta disusul dengan anaugurasi anggota Jeladri, Mapala STF Driyarkara Selain itu, meskipun sedikit maksain, kegiatan ini dilakukan dalam rangka memeriahkan Dies Natalis [...]

  2. boleh juga nih kampus. gimana bisa filsafat dipaduin sm mapala yah. kasih review dong.

  3. isinya pasti orang aneh ya???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.